Thursday, June 21, 2012

Take Home


EKONOMI PEMBANGUNAN PERTANIAN

TAKE HOME
Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur matakuliah Ekonomi Pembangunan Pertanian








Oleh:
Duwi Siswanto
0910440060






PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011







Tugas Kegiatan Belajar 1
1.      Apakah kinerja pembangunan di Indonesia sudah cukup baik, jelaskan!
Kinerja pembangunan pertanian di Indonesia belum cukup baik, hal ini dilihat dari kesejahte-raan masyarakat yang tidak menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun. Kesejahteraan ma-syarakat yang tidak menunjukan peningkatan ini diantaranya dapat dilihat dari jumlah pro-duksi dan ketersediaan pangan yang semakin menurun bahkan swasembada pangan yang di-canangkan oleh pemerintah tidak berjalan sebagaimana semestinya, yang meningkat adalah justru impor pangan dari negar lain.
Studi kasus lainnya yakni kelangkaan pangan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, terutama daerah Indonesia bagian timur, NTB, NTT, dll. Kejadian ini sangat bertentangan se-kali dengan sebutan Negara Agraria untuk Indonesia, negara yang sebagian besar penduduk-nya bekerja dibidang pertanian terutama pangan justru terjadi kelangkaan pangan.
2.      Jelaskan permasalahan seputar pembangunan pertanian di Indonesia!
Permasalahan seputar pembangunan pertanian di Indonesia diantaranya adalah kebijakan dan implementasi pembangunan ekonomi yang bertentangn dengan tujuan pembangunan pertani-an yang meliputi :
a.       Ketimpangan kebijakan makro dan mikro ekonomi, yang mana perhatian pada kepenti-ngan non-pertanian jauh lebih besar dan melecehkan pemenuhan kebutuhan penduduk serta kesejahteraan petani sering kali terabaikan, sehingga potensi sektor pertanian secara luas belum dikelola secara optimal.
b.      Pembangunan pertanian yang bias perkotaan, bahkan nyaris mengabaikan tujuan kesejah-teraan masyarakat pertanian yang sebagian besar tinggal di pedesaan.
c.       Bias pembangunan pertanian pada beras, sehingga inovasi dan pengembangan teknologi bagi produk pertanian lainnya berjalan sangat lamban bahkan tertinggal. Akibatnya keti-ka kebijakan diversifikasi konsumsi pangan digalakkan untuk mengurangi ketergantu-ngan pada beras, kemampuan untuk menyediakan produk pangan non-beras Indonesia ti-dak memadai sehingga kesempatan ini diisi oleh aneka pangan impor.

d.      Pembangunan infrastruktur yang tidak sistematis yang meliputi :
·        Kondisi lahan yang memprihatinkan,
·        Jalan produksi dan usahatani dari dan ke sentra produksi pertanian sangat terbatas,
·        Luas ladang penggembalaan yang semakin sempit,
·        Kapasitas waduk serta jaringan irigasi dan drainase yang semankin menurun,
·        Pembangunan waduk dan embung besar yang baru belum memadai untuk mendukung tuntutan peningkatan produksi pertanian, terutama di daerah suboptimal di lahan ke-ring dan lahan rawa,
·        Infrastruktur pendukung usaha penangkaran benih dan bibit masih kurang,
·        Laboratorium sertifikasi dan pengujian mutu, balai benih, kebun bibit, dan kebun in-duk belum tersebar merata ke seluruh daerah sentra produksi utama.
·        Fungsi utama pemerintah dan pemda dalam membangun dan memelihara infrastruk-tur yang tidak mampu dibangun petani belum optimal dan tidak diminati oleh swasta, serta
·        Terbatasnya penyediaan dana untuk perencanaan, pengelolaan, penyediaan, dan pe-meliharaaan infrastruktur dasar di wilayah sentra produksi dan wilayah pengemba-ngan baru.









Tugas Kegiatan Belajar 2
2.      Menurut Anda, jika dikaitkan dengan permasalahan pembangunan pertanian pada masa sekarang bagaimanakah strategi pembangunan pertanian yang tepat untuk diterapkan di Indonesia? Jelaskan!
Strategi pembangunan yang tepat untuk diterapkan di Indonesia yang tepat meliputi :
a.       Peningkatan produksi dan produktivitas dan perluasan areal/lahan pertanian baru seluas 2 juta hektar, melalui pencetakan sawah 250.000 ha, pembukaan lahan kering 400.000 ha, perluasan areal hortikultura 400.000 ha, perluasan areal perkebunan 585.430 ha, dan pe-ngembangan areal hijauan ternak 364.570 ha
b.      Memperbaiki produktivitas dan nilai tambah produk pertanian di beberapa sentra produk-si dengan menciptakan sistem pertanian yang ramah lingkungan.
c.       Memperbaiki dan membangun infrastruktur lahan, air, perbenihan, perbibitan sebagai faktor produksi utama dan prasyarat dalam proses produksi pertanian.
d.      Membuka akses pembiayaan pertanian dengan suku bunga rendah bagi petani kecil, yang diantaranya :
·   Keberpihakan pemerintah dan perbankan untuk memberikan kredit prrogram dan kre-dit komersial berbunga rendah, disertai upaya memperluas jaringan pelayanan hingga ke pelosok pedesaan,
·        Pendampingan dan penguatan kelembagaan usaha kelompok,
·        Peningkatan kemampuan kelompok dalam menyusun rencana usaha dan manajemen pengelolaan keuangan,
·        Penumbuhan dan pengembangan kelembagaan keuangan mikro pedesaan, serta
·        Pengembangan KUD dan koperasi khusus pertanian di pedesaan.
e.       Penciptaan pricing policies yang proporsional untuk produk-produk pertanian khusus.
f.        Memperbaiki citra petani dan pertanian agar kembali diminati generasi muda dengan pe-ngembangan agroindustri di pedesaan melalui pengembangan agropolitan sehingga me-numbuh-kembangkan usaha penyediaan barang dan jasa pendukung yang merupakan pe-luang usaha dan lapangan pekerjaan bagi angkatan kerja baru di pedesaan

     Memperkokoh kelembagaan usaha ekonomi produktif di pedesaan dengan penguatan ke-lembagaan usaha, pembinaan, pendampingan, dan kemudahan fasilitasi pelayanan penye-diaan barang dan jasa yang dibutuhkan dalam proses produksi dan memperkokoh kelem-bagaan usaha kelompok dan gabungan usaha kelompok untuk mampu berperan sebagai media dalam meningkatkan kapasitas anggota, sehingga mampu meningkatkan aksesibili-tas kelompok dan anggota terhadap sumber pembiayaan, teknologi, pasar, dan informasi pasar serta mempermudah pembinaan dan fasilitasi yang diberikan pemerintah dan ma-syarakat.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 
free counters
>

Copyright © 2012. Elang Biru - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz