Showing posts with label Hukum Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Hukum Kriminal. Show all posts

Friday, February 10, 2012

Narkoba menjadi gaya hidup pilot

By duwi siswanto | At 5:23:00 PM | Label : , | 0 Comments
Baru-baru ini terdengar berita yang mengungkapkan bahwa piilot yang menerbangkan pesawat terbang ternyata mengkonsumsi narkoba. Satu pilot tertangkap menggunakan narkotika saja sudah berbahaya, apalagi dua. Itu skandal. Yang lebih menghebohkan lagi adalah fakta bahwa penggunaan narkoba di kalangan pilot menjadi bagian dari gaya hidup.
Setidaknya itulah yang muncul dari pernyataan Direktur Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN), Benny Mamoto, bahwa peredaran narkotik di antara para pilot dan awak penerbangan berlangsung antarteman.

Bahkan, seorang mantan pramugari maskapai swasta, Diva bercerita para pilot mengkonsumsi narkoba karena tekanan pekerjaan. "Dia mencontohkan, dalam standar penerbangan internasional, maksimal jam terbang kru pesawat adalah 30 jam per minggu. Nyatanya, di beberapa maskapai swasta Indonesia, kru pesawat kerap terbang selama 12 jam sehari. Itu artinya dalam satu pekan mereka bisa berada di udara sekitar 70 jam."
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait sudah membantah kemungkinan mereka mempekerjakan pilot-pilot melebihi jam terbang normal. "Sakit sedikit pun pasti kami wajibkan periksa ke dokter. Apabila menolak maka kami anggap pelanggaran,” ujarnya.

Meski begitu, tak bisa dipungkiri bahwa Lion Air kini tengah kedapatan kebobolan dari segi pengawasan. Tak sampai satu bulan, sudah ada dua pilot yang terbukti mengonsumsi metamfetamin alias sabu.

Berita penangkapan pilot ternyata tidak membawa pengaruh terhadap penjualan tiket Lion Air. 

Apakah berita soal penangkapan pilot mengonsumsi sabu membuat mereka takut terbang? Dari 488 orang yang menjawab, 72 persen menjawab takut, sementara 28 persen mengaku tak peduli.

Wajar mereka menjawab takut, karena ketika kami tanya lagi, maskapai apa yang paling sering mereka gunakan, dari 5291 pemilih, ada 41 persen yang menjawab Lion Air. Garuda Indonesia berada di posisi kedua dengan 32 persen, lalu Sriwijaya Air dengan 8 persen, Air Asia dengan 7 persen, dan Batavia Air dengan 6 persen.

Survey ini membuktikan bahwa pangsa pasar Lion Air di Indonesia adalah yang terbesar. Jika Lion Air belum menyadarinya, mereka kini punya tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga keamanan penumpangnya.

Harga murah seharusnya tidak menjadi alasan bahwa standar keamanan seolah jadi bagian yang bisa ditawar. Makanya disebut 'standar', ada ketentuan yang harus dipenuhi untuk menjaga keamanan.

Lion Air memang sudah berjanji, menjamin, tidak akan ada lagi pilotnya yang mengonsumsi narkoba. Tetapi pembaca kami Oki dari Jakarta meminta ketegasan, "Walaupun ada aturan perusahaan yang menegaskan seluruh kru harus bebas dari narkotika, yang jadi pertanyaan, hal apa yang dilakukan Lion Air untuk menjamin hal itu terwujud?"

Banyak pembaca lain yang menggarisbawahi perlunya peningkatan pengawasan bagi para awak pesawat, karena pengawasan yang terjadi selama ini terbukti tidak efektif.

Seperti kata hey di Jakarta, "Test urine satu jam sebelum berangkat. Pilot cadangan harus disiapkan, bilamana pilot yang mau terbang ketahuan memakai narkoba saat tes maka pilot cadangan harus di-tes untuk kemudian menerbangkan pesawat." Hal yang sama juga disarankan oleh Gerard B di Jakarta, Topan di Jakarta, dan Raharjo Palaly di Jakarta.

Komentator dari Singapura malah mengusulkan sesuatu yang lebih drastis. "Kalau maskapai sudah tidak berdaya mengurusi pilotnya, ya ditutup saja izin operasionalnya karena keamanan dan keselamatan penumpang telah diabaikan oleh maskapai tersebut. Safety first! Pemerintah harus tegas dan berani."

Indri dari Jakarta mengingatkan kembali kebiasaan buruk kita (sayangnya). "Saya yakin ini kasus bakal hangat-hangat tahi ayam. Sekarang pada gencar-gencar dilakukan pemeriksaan urine sebelum pilot bertugas, nanti lama-lama juga tenggelam, tidak ada lagi pemeriksaan."

Dengan fakta-fakta seperti ini, sudah teryakinkankah Anda untuk terbang lagi? Pikir-pikirlah dengan matang...!!!

Sumber : Yahoo 

Wednesday, February 1, 2012

Demonstran: Saya Diinjak-Injak seperti Babi oleh Polisi

By duwi siswanto | At 5:58:00 AM | Label : , , | 0 Comments
Dua demonstan dikabarkan ditangkap dalam aksi unjuk rasa Sekretariat Bersama Pemulihan Hak-Hak Rakyat di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (12/1). Ternyata dipastikan hanya satu orang yang ditangkap, yaitu Wawan Juanda. Trus yang satunya kemana nih????

Wawan ini merupakan salah satu demonstran dari Serikat Petani Pasundan yang berasal dari Tasikmalaya. Dia diamankan setelah massa demonstran menjebol dua pagar Gedung DPR/MPR sisi sayap kanan. Anarkis kang..

Pada saat diamankan, Wawan mengaku diinjak-injak aparat polisi. "Saya diinjak-injak kayak babi sama polisi. Padahal, saya enggak tahu apa-apa," kata Wawan kepada wartawan di Pos Pengamanan DPR, Jakarta, hari ini (12/1). Gak tau apa koq ikut demo,, waduh waduhh,,

Aksi unjuk rasa juga dilakukan di beberapa daerah seperti Sulawesi Utara. Dua demonstran ditangkap polisi di Sulut. Mereka berasal dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan LMND.

Sumber : Yahoo

Monday, January 30, 2012

Tarian Erotis Cewek Dugem Sampai Lepas Busana “Club Edan”

By duwi siswanto | At 9:16:00 AM | Label : , , , | 0 Comments
BATAM tak lepas dari dunia gemerlap malam atau akrab ditelinga dengan sebutan dugem. Pameo itu kental sekali, mengingat kehidupan malam di Batam yang sangat beraneka ragam. Berwarna, dan tentunya, panas! Klub-klub malam, pub, diskotik, berlomba-lomba menggelar acara “panas”. Dugem, akan menjadi lengkap dengan kehadiran sexy dancer.

Setiap kali manggung, para sexy dancer yang bermodal kemolekan tubuh itu, tampil dua ronde dalam semalam. Pentas atau arena pub akan semakin panas oleh liukan para penari dengan dandanan secuil itu. Turun naik meja dengan kaki mengangkang, menekuk bagian tubuh, juga mengumbar birahi di hadapan lelaki.

Pada sesi pertama mereka berkostum warna lain, misal merah. Giliran sesi berikutnya, berganti busana pelapis lainnya, biru misalnya. Tapi, khusus untuk kain segitiga imut-imut yang melekat di muara selangkangan paha, dan kaca mata pengaman yang nyentil menutupi wilayah dada, jarang berubah ukuran yang lebih longgar.

Suguhan tarian menggoda itu dimulai pas tengah malam, selanjutnya bersambung dua jam kemudian. Tak sedikit para clubers yang terpanggil untuk maju ke panggung, menari sejenak mengikuti lenggak-lenggok si penari yang sesekali menggesekkan tubuh sintalnya itu. Lalu, sebagai imbalan atas servis hot itu, pengunjung pun rela merogoh kantong untuk memberikan saweran.

Namun, supaya lebih mesra lipatan uang angpao itu diselipkan langsung oleh pengunjung ke bagian terlarang, yakni di balik kutang maupun kancut alias G-string si penari.

Tanpa sungkan, dancer berwajah lumayan akan bersemangat menantang dengan menyodorkan buah dada atau pojok lembab pada kedua pahanya untuk digerayangi tamu. Lantas sekelumit kain itu ditarik sang tamu untuk dijejali duit. Kasi daah…!

Dan sekedar Anda tahu, dancer-dancer itu ternyata punya mami yang sekaligus berfungsi juga sebagai manajer operasionalnya. Di mana ada order untuk tampil, di situ sang mami ikut. Malah adakalanya bergabung turut keluyuran malam sampai dini hari menjelang pagi mendampingi dancer binaannya.

Satu jam sebelum tampil, penari erotis itu sudah nyanggong sambil duduk minum-minum menikmati sajian musik yang dipamerkan grup band di tempat hiburan malam. Apalagi kalau ada pengunjung yang mentraktir mereka, suasana minum pun menjadi semakin hangat. Sst, bicara soal tenggak-menenggak alkohol, dancer tak kalah hebat lho.

Obrolan berlanjut, senyum dan sapa menebar mengajak larut dalam situasi romantis hingga waktu menyambut fajar kian terasa hinggap di pelupuk mata. Tawa sesekali meledak, tatkala gurauan kecil menyeruak.

Tiba saatnya manggung, awalnya mereka gesit menari, meliuk-liuk mulai dari gaya melantai sampai nangkring di atas speaker. Huup! dari balik celana transparan yang dipakainya jelas kelihatan butiran bulu-bulu tipisnya.

Begitu keringat sudah mengucur, keadaan bertambah panas maka sampailah si penari mengetengahkan goyangan sensual dan joget ala gaya seks. Duet dancer itu tak sungkan bercengkerama main kuda-kudaan.

Berciuman meski tak menyentuh, menggoyangkan pinggul walau tanpa saling menusuk, berhimpitan telentang dan telungkup disertai desah nafas seakan larut dalam penghayatan gerakan orang kawin itu. Degub jantung para lelaki bakal dibuat makin bergetar, ketika dancer itu nekad membuka ikatan tali pada BH dan celana dalamnya yang mungil itu. Waow!

Eiit, mata Anda jangan terbelalak terlalu lebar dulu. Ternyata sang penari lihai memainkan jemarinya untuk menutupi puting yang berbentuk hitam mirip tahi kambing bulat-bulat itu, giliran telapak tangan lembutnya turun merayap ke bawah, tepat di depan lubang bibir yang tak pernah bergincu diapit belukar hitam keriting juga tak luput dari ketrampilan jarinya.

Sreebh, sekali poles titik vital itu pun selamat dari pelototan mata para pria yang merangsek mendekatinya. Busyet memang busyet, tapi itulah realitanya. Kalau Anda mau lebih ya mesti bayar mahal. Nggak mungkin donk para dancer itu mau diobral begitu saja di panggung, ruangan VIP dengan AC, soundsystem, dan sofa yang mulus tentu menjadi pilihan berikutnya. Tips lebih dari lumayan dan so pasti memuaskan juga diburu mereka, bukan sekedar diselipkan di balik kutang maupun kancut, akan tetapi boleh berlanjut bagi Anda yang kepincut, tinggal nego saja atau lobi maminya. Beres!

undefinedSexy dancer berkeliling dari pentas satu ke pentas lainnya, sesuai dengan permintaan job. Tak cuma memperagakan kebolehan di pub, karaoke, diskotik, maupun hotel dengan fasilitas ruangan khusus bagi penari erotis. Dancer yang sudah “jadi” dan nakal, selalu siap bila Anda mengajaknya lebih dari sekedar minum atau berkencan.

Lepas melepas kostum bisa lebih nyaman bila itu dilakukan di dalam kamar hotel yang ekslusive, tanpa jepretan kamera handphone atau diintip oleh CcTv di sudut ruangan tempat hiburan.
Dari selentingan cerita, obat-obatan yang dapat membangkitkan gairah nafsu juga berada di posisi alternatif bagi mereka yang haus akan kenikmatan satu malam dengan wanita-wanita penggoda yang sudah terlatih merangsang dan membuat meleleh si hidung belang. Tak dipungkiri bahwa memang yang erotis yang laris. Mau ikutan nyawer?
Sumber : Sobat Revo
Posting Lama ►
 
free counters
>

Copyright © 2012. Elang Biru - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz