Showing posts with label Dasar Budidaya Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Dasar Budidaya Tanaman. Show all posts

Thursday, May 2, 2013

Konsumsi Buah Salak Bisa Bikin “Otak Encer”

By duwi siswanto | At 9:55:00 AM | Label : , , , , , | 4 Comments

Buah salak memiliki nama latin Sallaca Edulis, pohon salak merupakan tanaman yang banyak dijumpai di daerah tropis seperti di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Yuk, Makan Salak Biar Otak 'Encer'

Ada beragam varietas salak yang bisa kita jumpai di Indonesia, seperti salak pondoh, bali, suwaru, dan condet. Salak yang sudah matang biasanya memiliki rasa yang manis, asam, dan beberapa ada yang sedikit sepat seperti salak bali dan salak lokal dampit yang terkenal karena sepatnya.

Meski tumbuh di daerah tropis, namun buah salak sangat diminati oleh masyarakat Eropa dan Amerika. Masyarakat eropa dan Amerika menyebut salak dengan sebutan snake fruit, karena kulitnya yang bersisik seperti seekor ular.

Kandungan Gizi Buah Salak

Selain memiliki bentuk yang unik dengan rasa manis dan asam, ternyata buah salak juga memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Setiap 100 gr buah salak mengandung energi sebesar 368 kilokalori, protein 0,8 gram, karbohidrat 90,3 gram, lemak 0,4 gram, kalsium 38 miligram, fosfor 31 miligram, dan zat besi 3,9 miligram. Selain itu di dalam buah salak juga terkandung vitamin C sebesar 8,4 miligram.

Manfaat Kesehatan Buah Salak

Dengan kandungan gizi yang cukup lengkap, tidak mengherankan jika buah salak memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi siapa saja yang mengonsumsinya. Manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah salak antara lain:

  • Meningkatkan Kinerja Otak
    Penelitian juga mengungkap bahwa salak diklaim mampu meningkatkan kinerja otak karena kandungan potassium dan pektin. Potassium dimanfaatkan oleh sistem saraf otonom (SSO), yang merupakan pengendali detak jantung, meningkatkan fungsi otak (mengatur kecerdasan), dan proses fisiologi penting lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal “Integrative Cancer Therapies” diketahui bahwa pektin berpotensi mencegah dan mengobati kanker prostat. Pektin bekerja dengan cara menghambat reproduksi sel kanker serta menurunkan risiko terjadinya apoptosis, yaitu sel yang memprogram kematiannya sendiri.

  • Menjaga Kesehatan Mata
    Buah salak mengandung betakaroten yang efektif untuk menjaga dan memelihara kesehatan mata. Penelitian menyebutkan bahwa kandungan betakaroten buah salak lebih besar 5,5 kali dari buah mangga, dan 5 kali lebih besar daripada semangka. Jika Anda bosan dengan jus wortel , membuat jus salak bisa menjadi alternatif yang tepat untuk menjaga kesehatan mata Anda.

  • Mencegah Sembelit
    Ada mitos yang berkembang jika mengonsumsi buah salak dapat mengakibatkan susah BAB. Padahal mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut F.X. Wahyurin Mitano, ahli gizi dari RSUD dr Soetomo, sebaiknya saat mengonsumsi buah salak jangan dibuang kulit arinya. Sebab dalam kulit ari itulah terdapat kandungan serat. Kandungan serat itulah yang dapat mengurangi kemungkinan mengalami sembelit setelah mengonsumsi buah salak. Salak juga diperkaya dengan tanin, zat yang dikenal sebagai anti diare. Hal yang sama juga berlaku saat Anda mengonsumsi buah jeruk. Saat mengonsumsi jeruk sebaiknya jangan hanya dimakan bulirnya saja, tetapi makan juga pembungkus bulir jeruknya, karena pembungkus bulir tersebut mengandung serat tinggi untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

  • Membantu Program Diet
    Kandungan serat yang tinggi pada buah salak akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga bisa menghindarkan Anda untuk makan dalam porsi besar. Baik dikonsumsi bagi Anda yang menjalankan program diet untuk menurunkan berat badan.

Nah, mulai sekarang jangan ragu lagi menambahkan buah salak ke dalam menu harian Anda.

Dijamin .. so pastii…

Sumber :Yahoo

Friday, March 29, 2013

INFUS AIR UNTUK TANAMAN

By duwi siswanto | At 6:07:00 AM | Label : , | 0 Comments

Musim kemarau, udara panas, air berkurang, tanaman mengering. Menyiram tanaman menjadi masalah besar, ketika air untuk menyiram juga harus dihemat, berbagi dengan kebutuhan lain, juga banyak waktu terbuang. Maka perlu pemikiran, agar tanaman tidak mati. Bagaimana caranya? Dengan cara di-infus!

Emankk orang sakit aja yang diinfus??? Hehehe/…

Idenya sederhana saja, seperti terknologi sobat elang didaerah kering yang sedikit sekali curah hujannya. Mereka mempunyai teknologi dengan cara meneteskan air yang jumlahnya sedikit. Teknologi ini disebut “irigasi tetes” atau “drip irrigation”. Tetes demi tetes air membasahi media tanah, dan suburlah tanamannya, walaupun di musim kemarau panjang sekalipun.

Ane mencoba membuat sistem irigasi tetes ini dengan cara sederhana. Air dimasukkan dalam botol air kemasan bekas, ditaruh agak lebih tinggi dari posisi tanaman, lalu air dialirkan melalui selang plastik kecil, maka meneteslah air tersebut membasahi tanaman yang saya tanam di pot.
Tetesan air diatur sedemikian rupa dengan memencet slang dengan alat jepitan pemencet.


Untuk kemudahan membuatnya, pake aja  selang infus yang biasa dipakai di rumah sakit. Selang infus lengkap dengan jarumnya dapat dibeli di toko alat kedokteran, harganya hanya Rp 9.000 per set. Bila sulit memperolehnya, bisa membuat sendiri secara sederhana, yang penting air bisa menetes membasahi tanaman.

Agar tanaman lebih subur, air dalam botol dicampur dengan MOL (mikro organisme lokal) buatan sendiri. Siapa takut musim kemarau, tanaman tetap subur dengan diinfus. Silahkan mencoba !!!!


Sumber : WAste

Hiasan Dinding Sehat

By duwi siswanto | At 5:42:00 AM | Label : , | 0 Comments
Studio desain asal Brasil, Rosenbaum berkolaborasi dengan sebuah program acara Televisi Caldeirao do Huck membantu keluarga yang tidak mampu untuk mendesain ulang rumah mereka. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga-keluarga yang tidak mampu di Sao Paulo, Brasil. 
Salah satu inovasi yang telah mereka hasilkan adalah, desain tanaman vertikal dengan menggunakan botol plastik bekas. Hasil karya pertama mereka mendapatkan respon yang sangat positif karena desain tanaman ini mudah untuk diterapkan bagi keluarga yang tidak memiliki halaman rumah yang luas. Sebagian besar tanaman adalah jenis tanaman obat. Atau dapat juga ditanami dengan tanaman terrarium.
Bagi kamu yang memiliki hobi berkebun namun tidak memiliki lahan yang cukup luas, konsep ini dapat menjadi contoh yang baik. Semoga artikel ini dapat menjadi inspirasi.
Nih screenshot lainnya…





Sumber : Rosen Baum
Posting Lama ►
 
free counters
>

Copyright © 2012. Elang Biru - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz