Showing posts with label Infotainment. Show all posts
Showing posts with label Infotainment. Show all posts

Tuesday, August 20, 2013

Kesenian Terbang Jidor

By duwi siswanto | At 7:59:00 AM | Label : , , , , , , | 0 Comments

Terbang Sewu

Terbang sewu merupakan salah satu kesenian yang mencampurkan dari tiga seni, yakni seni jidor (band), seni terbangan, dan seni gamelan.

Tak ayal musiknya yang dihasilkan pun sangat unik dengan perpaduan ketiga seni tersebut.

Biasanya lagu yang mengiringi adalah lagu-lagu islami atau biasa disebut sholawat. Namun terkadang juga menyanyikan lagu-lagu jawa yang mengandung nasehat-nasehat moral untuk manusia. Ada juga kadang menyanyikan lagu luar negeri, yang pernah diantaranya We Will Not Go Down untuk memperingati dan mengenang jalur gaza / tragedi palestina.

Penasaran kan????

Nih,, ane kasih sebagian,,, kalo mau yang laennnya cari sendiri yaa,, tersedia kaset dan CDnya,, khususnya di sekitar wilayah Jawa Timur..

Wednesday, April 17, 2013

Dajjalisme Informasi

By duwi siswanto | At 2:47:00 PM | Label : , , , , , , | 0 Comments

Menutup tulisan ini, mungkin Anda semua  ada yang menganggap saya pecinta "kekerasan" kan? atau saya anggota FPI? Tidak. Seumur-umur saya tak kenal Habib Rizieq, apalagi ikut aksinya. Saya hanya bicara bagaimana efek dramatis siaran sebuah TV dan keadilan menyampaikan kebenaran.

FPI pasti punya salah dan semua kelompok juga punya salah. Hanya saja, media kita sering menutup mata banyak peristiwa, apalagi menyangkut umat Islam. Contoh kecil; adalah Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan berbagai pemikirannya banyak melawan otoritas ulama sedunia dan yang telah disepakati dalam Islam. Mereka hanya kelompok kecil, tidak sampai ratusan. Tetapi oleh media dan TV, semua pikirannya "dipaksakan" agar diterima 200 juta penduduk negeri ini. Adilkah? jelas tidak. Sementara FPI--di luar aksi keras-nya-- ia pasti mewakili harapan mayoritas umat Islam (ada MUI, NU, Muhammadiyah, Al Irysad, Al Wasliyah, Al Khairat, Persis, BKMT, HTI, PKS, Wahdah, ICMI, Hidayatullah dan masih banyak lagi), yang jelas sepakat memberangus kemaksiatan, peredaran minuman keras, pelacuran dll.

Itulah yang sering tak dipahami media. Sehingga banyak orang (khususnya umat Islam), media dan TV lebih memilih minoritas yang tak pernah mewakili ratusan juta umat ini. Jika nilai keadilan ini tak pernah dipahami media, percayalah, satu FPI Anda tutup, kelak bisa saja akan lahir ribuaan FPI di berbagai daerah. Media harus peka sosial di mana ia tinggal. Kita tinggal di negeri dengan penduduk Muslim terbesar, kenapa kepekaan sosial seperti ini sering diabaikan?

Pernah mendengar cerita tentang Dajjal, makhluk besar bermata satu yang muncul menjelang hari kiamat? Makhluk kutukan ini bisa dengan mudah menjadikan manusia berbondong-bondong ingkar kepada Allah. Inilah yang dirasakan masyarakat terhadap berbagai tayangan-tayangan  "menyesatkan" media dan TV kita saat ini.

Lantas apa yang harus kita lakukan, sebagai bagian dari umat ini? Memang tidak mudah. Jika 'dajjalisme informasi' ini terus melahirkan standar moral rendahan dan ketidak-adilan, lambat-laun, aksinya akan mengurung dan mengerdilkan entitas ruh dan imajinasi umat Islam. Bukan tak mungkin, seperti tugas Dajjal, di mana tujuan utamanya adalah "memurtadkan" umat Islam dari ajaran agamanya.  Sebelum kita memiliki pilihan yang layak, sebaiknya, "Singkirkan 'kotak setan' itu dari rumah kita sekarang juga!".

Sumber : Hidayatullah

Irasional Khayali

By duwi siswanto | At 2:41:00 PM | Label : , , , , , | 0 Comments


Dari sekian banyak media massa yang dinyawai oleh kapitalisme, TV adalah satu-satunya yang dianggap oleh berbagai ahli sebagai "setan" paling biadab. Apa yang disuguhkan media massa dalam bentuk lain terakumulasi pada televisi. Ia menyuguhkan bacaan, gambar dan suara sekaligus sehingga bukan hanya mampu mengisi dan mewarnai imajinasi, tapi juga menyihir dan mengendalikan seluruh fungsi-fungsi kejiwaan lainnya.


Jean Baudrillard, seorang filosof Prancis, mengungkap sebuah hakikat tentang televisi. Menurutnya, seperti dikutip Yasraf Amir Piliang (dalam bukunya Sebuah Dunia yang Dilipat, Mizan), rangkaian tontonan yang disuguhkan oleh "kapitalis mutakhir" (bernama televisi), telah menyulap (membius) individu-individu menjadi kumpulan mayoritas yang diam (terhipnotis) . Bagaikan sebuah kekuatan sihir yang sangat dahsyat, media menjadikan massa yang diam itu layaknya sebuah layar raksasa yang pasrah dijejali dan dilalui oleh segala sesuatu yang naif. 


Televisi, membius ratusan juta orang dari yang paling bodoh sampai profesor, dari penjahat sampai guru agama, dari balita sampai tua renta, untuk sebuah tontonan sepak bola dini hari. Namun, adakah makna hakiki dan luhur yang berbekas seusai tontonan itu? Di dalam tontonan sepak bola bukan makna (ideologis, moralitas dan spiritualitas luhur) yang dicari para penggilanya, melainkan semacam ekstasi (kepuasan puncak yang sangat sesaat) dari kedangkalan ritual dalam upacara menonton televisi itu sendiri.


Tontonan sejenis, reality show (pertunjukkan nyata) seperti Akademi Fantasi, Indonesian Idol, Kontes Dangdut, Dreamband dan masih banyak lagi, bagi saya adalah "kejahatan spiritual",  yang menggiring masyarakat hanya memburu mimpi dan budaya konsumtif. 


Di hadapan massa yang mabuk seperti itu, pesan-pesan TV yang rendah (serakah, dengki, licik, dusta) merasuki alam bawah sadar mereka dan mengakar kokoh di simpul-simpul kejiwaannya. Apalagi jika para produser, wartawan dan pembawa beritanya punya interest idiologis dan kebencian dengan kelompok lain. Klop!.


Walhasil, televisi yang jadi cermin masyarakat, tapi masyarakat yang jadi cermin televisi. Apapun yang "dilakukan" televisi pasti diikuti masyarakat. Ini karena televisi telah menciptakan ketidaksadaran massal. Meski,  di situ ada indoktrinasi yang sadis dan nilai-nilai sesat.


Leonard Irwin, dosen psikologi dari Universitas Illionis, AS, bersama timnya mengadakan penelitian mengenai hal ini. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang pada usia delapan tahun telah menyaksikan tayangan negatif, ketika dewasa akan cenderung melakukan perbuatan jahat dan tidak punya belas kasihan.


Sunday Times pernah menulis, "Meskipun AS memiliki 440 ribu polisi federal, setiap jam terjadi dua kali pembunuhan, 194 kali perampokan bersenjata, 10 kali pemerkosaan terhadap wanita dan anak-anak, dan 600 kali pencurian di rumah-rumah. "


Bodohnya, televisi di negeri kita telah menjadi teman setia dalam keluarga. Seolah hidup kurang lengkap tanpa kehadiran televisi . 

Sumber : Hidayatullah

Monday, April 15, 2013

Mendengerkan Musik Sebelum Tidur

By duwi siswanto | At 6:37:00 PM | Label : , , , , , | 0 Comments

Anda suka mendengarkan musik? Ada kabar gembira untuk Anda. Mendengarkan musik ternyata tidak hanya baik untuk merelaksasi diri setelah seharian beraktivitas, tetapi juga baik untuk meningkatkan memori otak Anda.

Biar-Tidak-Pikun,-Dengarkan-Musik-Sebelum-Tidur

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Tubingen, Jerman, menyebutkan bahwa musik dapat memberikan stimulasi auditori pada intensitas rendah yang pada akhirnya dapat meningkatkan memori otak.

Sebanyak 11 orang partisipan terlibat dalam penelitian ini. Para partisipan di tes pada malam yang berbeda, kemudian penelitian dilakukan di saat partisipan diberikan rangsangan suara buatan.

Pada saat rangsangan suara tersebut diberikan dan para partisipan terstimulasi dengan baik, maka getaran otak partisipan mulai menyesuaikan dengan ritme suara yang diberikan. Hasilnya, para partisipan menjadi lebih baik dalam mengingat kata-kata yang dipelajari sebelumnya.

Dr Jan Born salah satu peneliti dari University of Tubingen, Jerman, mengatakan, “ ini adalah keindahan dan kesederhanaan mengapliaksikan stimulasi auditori dengan intensitas rendah dibandingkan stimulasi elektrik. Sekaligus menjadi gambaran bahwa kesederhanaan alat yang digunakan pada lingkungan klinis dapat digunakan untuk meningkatkan ritme tidur.”

Penelitian yang telah dipublikasikan secara online dalam Jurnal Neuron di Cell Press ini membuktikan bahwa mendengarkan musik yang lembut dan mengayun dapat meningkatkan memori pada otak bahkan ketika orang tersebut sedang tidur. (dan)

Sumber : Yahoo

Friday, June 15, 2012

Tak Puas Buka Bra, Madonna Buka Celana

By duwi siswanto | At 5:45:00 AM | Label : | 0 Comments
Belum selesai masalah Madonna membuka bra dan memamerkan payudaranya saat konser di Istanbul, kini dia membuat ulah lagi di konsernya. Penyanyi berjuluk Queen of The Pop ini kembali membuat ulah saat konser di Roma.

Tak Puas Buka Bra, Madonna Buka Celana Dalam konsernya yang digelar di Roma beberapa waktu lalu, penyanyi berusia 53 ini membuat kontroversi kembali. Saat membawakan lagu berjudul Human Nature, Madonna pun melucuti bajunya dan hanya tinggal memakai bra dan celana panjang. Namun tiba-tiba Madonna berbalik arah dan memelorotkan celananya hingga kelihatan pantatnya (maaf .ed).

Sama halnya dengan yang terjadi di Turki, aksi tersebut pun mengundang histeris. Sepertinya pelantun tembang Like A Virgin ini tidak takut dengan kecaman dari berbagai pihak yang dilayangkan sebelumnya.

Sejak kemunculannya lagi di belantika musik, Madonna mendapatkan sambutan yang baik. Namun kontroversi terus mengiringi karirnya. Sebelumnya Madonna mendapat kecaman dari berbagai pihak karena memasang logo swastika di dahinya, tak lama kemudian dia pun memamerkan payudaranya di Turki.

Akankah Madonna terus mengulangi kontroversinya di konser berikutnya?

Saturday, January 7, 2012

Evanescence bakal gemparkan Jakarta

By duwi siswanto | At 11:34:00 AM | Label : | 0 Comments
 

Jerih payah promotor Showmaxx untuk memboyong band rock asal Amerika Evanescence ke Jakarta akhirnya berhasil sukses. Rencananya, mereka manggung di Jakarta pada 25 Februari 2012, ayo siap-siap bro.

Band rock asal Amerika yang digawangi Amy Lee (vokal, piano), tahu kan Amy Lee, yang pernah duet dengan Seether itu lhoo… Terry Balsamo (gitar utama),Troy McLawhom (gitar ritme),Tim McCrod (bass),dan Will Hunt (drum) ini akhirnya datang ke Indonesia. Evanescence yang baru merilis album ketiganya, ”Evanescence”,Oktober lalu ini akan unjuk kebolehan pada Sabtu, 25 Februari 2012, di Hall A JIEXPO Kemayoran.

Tentu saja ini merupakan berita gembira bagi seluruh penggemar Evanescence dan musik rock pada umumnya. Pasalnya, selama 15 tahun band ini terbentuk,mereka belum mau menerima order pentas di Asia, entah tidak tahu kenapa. Hanya Jepang yang masuk dalam daftar tur konser internasional mereka. Rencana tampilnya grup musik ini tentu juga membuat puas pihak promotor, Showmaxx Entertainment, gak sia-sia deh..

Perjuangan mereka merayu Amy dan kelompoknya akhirnya membuahkan hasil. ”Kami meyakinkan mereka kalau Indonesia aman dengan menunjukkan bukti pada tahun 2011,ada 56 konser artis internasional berhasil digelar,” kata Direktur Showmaxx Entertainment Sherwin Djajadi dalam konferensi pers, Rabu (4/1) lalu.

Kira-kira kejutan apa yang akan dihadirkan dalam konser perdana band yang terkenal dengan lagu Bring Me to Life dan My Immortal ini? ”Indonesia jadi negara penutup tur Asia mereka, maka kami ingin sesuatu yang spesial. Evanescence rencananya membawakan ekstra tujuh lagu dari standar 15 lagu.Durasi konser standar 90 menit, tapi nanti jadi sekitar dua jam 15 menit karena Amy juga akan banyak berinteraksi dengan penonton,” papar Sherwin.

Mengenai alasan pemilihan JIEXPO Kemayoran sebagai lokasi konser, Sherwin mengatakan itu adalah keinginan pihak Evanescence. ”Kami sudah mengajukan layout Istora Senayan, tapi ditolak. Mereka ingin venue indoor dan all standing (berdiri semua),” sebut promotor yang berhasil membawa Incubus dan Paramore tahun lalu ini. Total tiket yang akan dijual sebanyak 7.000 lembar,dengan kategori VIP, festival A dan festival B.

Penjualan tiket akan dibuka dalam dua gelombang: presale dan public sale. Khusus presale hanya dibuka satu hari, yakni Minggu besok, 8 Januari, di atrium mal FX,Senayan, mulai pukul 09.00. Sebanyak 3.000 tiket akan dilepas pada penjualan presale yang hanya menerima metode pembayaran tunai ini. Harga tiket presale yaitu festival A Rp500.000 dan festival B Rp300.000. Sementara harga normal kelas VIP yakni Rp1,2 juta, festival A Rp700.000 dan festival B Rp500.000. Penjualan normal akan dibuka 9 Januari melalui situs Raja-Karcis dan tiket box rekanan Showmaxx.

Padat Jadwal Konser

Selain Evanescence, Indonesia khususnya Jakarta akan dipadatkan dengan jadwal konser musisi internasional. Pada bulan Januari saja, deretan bintang setiap minggunya akan menghiasi konser musik di Indonesia. Mulai dari konser Coldplay, Katy Perry hingga musisi lawas Rod Stewart. Untuk konser Katy Perry, pertunjukan yang akan dihelat 19 Januari di Sentul Bogor ini merupakan yang paling ditunggu pecinta musik.

Seluruh tiket sudah sold out dari semua kategori. Penyanyi bertalenta yang meraih beberapa award ini, menggelar tur musik dunianya yang perdananya diawali di Indonesia, kemudian berlanjut ke Filipina. Baru akhirnya ke Amerika.


Sumber : Koran Sindo
Posting Lama ►
 
free counters
>

Copyright © 2012. Elang Biru - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz