Showing posts with label Ekonomi Pembangunan Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi Pembangunan Pertanian. Show all posts

Wednesday, December 11, 2013

Efektivitas

Banyak yang tanya kepada saya tentang judul skripsi yang gampang dan mudah,,
Yaa saya jawab saja tentang efektivitas,,

Nah,, apa sih sebenernya efktivitas itu ?

Menurut wikipedia, Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.

Pada skripsi-skripsi, efektivitas biasanya terkait dengan suatu aturan atau kebijakan managemen atau tata tertib. Semisal pada skripsi Fakultas Pertanian, dapat dengan mudah judul skrispi tentang efekivitas.. Contohnya efektivitas program terhadap suatu objek, dll. Cari sendiri yah,, hehee..

Wednesday, October 9, 2013

Analisis Efektivitas Program Kemitraan PT Bank X dengan Usaha Kecil di Bogor

By duwi siswanto | At 6:59:00 AM | Label : , , , , | 0 Comments
Sejak  pemerintah  menyetujui  Undang  Undang  (UU)  No.  40  tentang Perseroan Terbatas (PT) dalam rapat paripurna DPR RI pada 20 Juli 2007 yang memuat  tentang  ketentuan  yang  mewajibkan  perusahaan  untuk  menyisihkan sebagian labanya untuk program CSR (Corporate Social Responsibility),  menurut Dr.Ir. Arif Budimanta, MSi ternyata masih sedikit perusahaan yang menjalankan program CSR nya dengan sepenuh hati. PT Bank X adalah salah satu perusahaan yang  telah  menjalankan  kegiatan  CSR  melalui  Program  Kemitraan  dan  Bina Lingkungan sejak tahun 1999 (dulu disebut PUKK).PT Bank X merupakan salah satu  perusahaan  yang  termasuk  dalam  lima  besar  perusahaan  penyumbang  dana Program  Kemitraan  dan  Bina  Lingkungan  dari  seluruh  BUMN.  Untuk  itu  perlu dilakukan  evaluasi  program  dan  salah  satunya  dengan  menganalisis  efektivitas Program Kemitraan.

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  (1)  Mengetahui  karakteristik  umum  Mitra Binaan   dalam  Program  Kemitraan  PT  Bank  X,  di  Bogor,  (2)  Menganalisis efektivitas  program  kemitraan  PT  Bank  X  Bogor,  (3)  Menganalisis  hubungan antara  karakteristik  mitra  binaan  dengan  efektivitas  program,  dan  (4) Menganalisis  hubungan  antara  efektivitas  program  kemitraan  dengan  loyalitas
mitra  binaan.  Data  primer  diperoleh  dari  40  Mitra  Binaan  PT  Bank  X  dengan wawancara  langsung  dan  kuesioner.  Metode  yang  digunakan  adalah  analisis Deskriptif  dengan  skala  Likert,  Importance  Performance  Analysis  (IPA),  Uji Tabulasi  silang  (Crosstabs),  dan  uji  korelasi  Rank  Spearman  dengan  bantuan software SPSS versi 17 dan Ms. Excel 2007.
 
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  karakteristik  pengusaha  kecil  yang menjadi  mitra  binaan   PT  Bank  X  Bogor  memiliki  proporsi  yang  sama  antara perempuan dan laki-laki, rentang usia >40 tahun, pendidikan terakhir SMU/SMK, Jenis usaha yang dijalankan adalah usaha Makanan, dan Lama bermitra antara 1-3 tahun. Untuk efektivitas Program Kemitraan PT Bank X Bogor, dari segi realisasi program  yang  paling  efektif  diperoleh  mitra  binaan  adalah  program  pelatihan. Dari  segi  ketercapaian  tujuan,  secara  keseluruhan  program  kemitraan  dapat dikatakan  efektif  dengan  program  yang  paling  tinggi  efektivitasnya  adalah program  Kredit  Murah  (Sangat  Efektif).  Berdasarkan  hasil  uji  Tabulasi  silang (Crosstabs)  terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara  lama  bermitra  dengan efektivitas kredit murah. Berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman terdapat hubungan  linier  yang  positif  antara  efektivitas  program  kemitraan  dengan Loyalitas mitra binaan dengan koefisien korelasi 0,421 (tingkat korelasi Sedang) dan nilai-p = 0,006 (signifikan), sehingga semakin efektif program kemitraan PT Bank X Bogor maka mitra binaan semakin loyal.

Tuesday, April 16, 2013

Data Ekspor Jagung Indonesia dari Tahun 2001 sampai dengan 2012

By duwi siswanto | At 8:59:00 AM | Label : , , , , | 1 Comments

Skripsi oh skripsi, proposalku yo gak mari mari, yak opo ngene ikii,,
haaa, gak tau dah, yang penting aku tetep berusaha dan berusaha agar dosenku yakin bahwa skripsi ku nanti menghasilkan formula yang mempunyai nilai jual jikalau dijual oleh orang yang ahli,, syangnya aku belum menjadi seorang ahli,
hahahha..
Diselingi membantu teman gak pa2 kan,, niat tulus membantu temen yang lagi kesusahan, ikhlas demi Lillahi Ta’ala,
Aku membantu sesama, dan semoga dibalas oleh Tuhan Yang Mahakuasa, aku menolong sesama  dan semoga Tuhan balik menolongku,
aminnnn..
oke guys, buat Dita Nadia Faradina, mungkin data ini bisa membantu sedikit untuk menyusun proposalnya,,
DOWNLOAD DISINI

Thursday, June 21, 2012

Take Home

By duwi siswanto | At 11:30:00 AM | Label : , | 0 Comments

EKONOMI PEMBANGUNAN PERTANIAN

TAKE HOME
Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur matakuliah Ekonomi Pembangunan Pertanian








Oleh:
Duwi Siswanto
0910440060






PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011







Tugas Kegiatan Belajar 1
1.      Apakah kinerja pembangunan di Indonesia sudah cukup baik, jelaskan!
Kinerja pembangunan pertanian di Indonesia belum cukup baik, hal ini dilihat dari kesejahte-raan masyarakat yang tidak menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun. Kesejahteraan ma-syarakat yang tidak menunjukan peningkatan ini diantaranya dapat dilihat dari jumlah pro-duksi dan ketersediaan pangan yang semakin menurun bahkan swasembada pangan yang di-canangkan oleh pemerintah tidak berjalan sebagaimana semestinya, yang meningkat adalah justru impor pangan dari negar lain.
Studi kasus lainnya yakni kelangkaan pangan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, terutama daerah Indonesia bagian timur, NTB, NTT, dll. Kejadian ini sangat bertentangan se-kali dengan sebutan Negara Agraria untuk Indonesia, negara yang sebagian besar penduduk-nya bekerja dibidang pertanian terutama pangan justru terjadi kelangkaan pangan.
2.      Jelaskan permasalahan seputar pembangunan pertanian di Indonesia!
Permasalahan seputar pembangunan pertanian di Indonesia diantaranya adalah kebijakan dan implementasi pembangunan ekonomi yang bertentangn dengan tujuan pembangunan pertani-an yang meliputi :
a.       Ketimpangan kebijakan makro dan mikro ekonomi, yang mana perhatian pada kepenti-ngan non-pertanian jauh lebih besar dan melecehkan pemenuhan kebutuhan penduduk serta kesejahteraan petani sering kali terabaikan, sehingga potensi sektor pertanian secara luas belum dikelola secara optimal.
b.      Pembangunan pertanian yang bias perkotaan, bahkan nyaris mengabaikan tujuan kesejah-teraan masyarakat pertanian yang sebagian besar tinggal di pedesaan.
c.       Bias pembangunan pertanian pada beras, sehingga inovasi dan pengembangan teknologi bagi produk pertanian lainnya berjalan sangat lamban bahkan tertinggal. Akibatnya keti-ka kebijakan diversifikasi konsumsi pangan digalakkan untuk mengurangi ketergantu-ngan pada beras, kemampuan untuk menyediakan produk pangan non-beras Indonesia ti-dak memadai sehingga kesempatan ini diisi oleh aneka pangan impor.

d.      Pembangunan infrastruktur yang tidak sistematis yang meliputi :
·        Kondisi lahan yang memprihatinkan,
·        Jalan produksi dan usahatani dari dan ke sentra produksi pertanian sangat terbatas,
·        Luas ladang penggembalaan yang semakin sempit,
·        Kapasitas waduk serta jaringan irigasi dan drainase yang semankin menurun,
·        Pembangunan waduk dan embung besar yang baru belum memadai untuk mendukung tuntutan peningkatan produksi pertanian, terutama di daerah suboptimal di lahan ke-ring dan lahan rawa,
·        Infrastruktur pendukung usaha penangkaran benih dan bibit masih kurang,
·        Laboratorium sertifikasi dan pengujian mutu, balai benih, kebun bibit, dan kebun in-duk belum tersebar merata ke seluruh daerah sentra produksi utama.
·        Fungsi utama pemerintah dan pemda dalam membangun dan memelihara infrastruk-tur yang tidak mampu dibangun petani belum optimal dan tidak diminati oleh swasta, serta
·        Terbatasnya penyediaan dana untuk perencanaan, pengelolaan, penyediaan, dan pe-meliharaaan infrastruktur dasar di wilayah sentra produksi dan wilayah pengemba-ngan baru.









Tugas Kegiatan Belajar 2
2.      Menurut Anda, jika dikaitkan dengan permasalahan pembangunan pertanian pada masa sekarang bagaimanakah strategi pembangunan pertanian yang tepat untuk diterapkan di Indonesia? Jelaskan!
Strategi pembangunan yang tepat untuk diterapkan di Indonesia yang tepat meliputi :
a.       Peningkatan produksi dan produktivitas dan perluasan areal/lahan pertanian baru seluas 2 juta hektar, melalui pencetakan sawah 250.000 ha, pembukaan lahan kering 400.000 ha, perluasan areal hortikultura 400.000 ha, perluasan areal perkebunan 585.430 ha, dan pe-ngembangan areal hijauan ternak 364.570 ha
b.      Memperbaiki produktivitas dan nilai tambah produk pertanian di beberapa sentra produk-si dengan menciptakan sistem pertanian yang ramah lingkungan.
c.       Memperbaiki dan membangun infrastruktur lahan, air, perbenihan, perbibitan sebagai faktor produksi utama dan prasyarat dalam proses produksi pertanian.
d.      Membuka akses pembiayaan pertanian dengan suku bunga rendah bagi petani kecil, yang diantaranya :
·   Keberpihakan pemerintah dan perbankan untuk memberikan kredit prrogram dan kre-dit komersial berbunga rendah, disertai upaya memperluas jaringan pelayanan hingga ke pelosok pedesaan,
·        Pendampingan dan penguatan kelembagaan usaha kelompok,
·        Peningkatan kemampuan kelompok dalam menyusun rencana usaha dan manajemen pengelolaan keuangan,
·        Penumbuhan dan pengembangan kelembagaan keuangan mikro pedesaan, serta
·        Pengembangan KUD dan koperasi khusus pertanian di pedesaan.
e.       Penciptaan pricing policies yang proporsional untuk produk-produk pertanian khusus.
f.        Memperbaiki citra petani dan pertanian agar kembali diminati generasi muda dengan pe-ngembangan agroindustri di pedesaan melalui pengembangan agropolitan sehingga me-numbuh-kembangkan usaha penyediaan barang dan jasa pendukung yang merupakan pe-luang usaha dan lapangan pekerjaan bagi angkatan kerja baru di pedesaan

     Memperkokoh kelembagaan usaha ekonomi produktif di pedesaan dengan penguatan ke-lembagaan usaha, pembinaan, pendampingan, dan kemudahan fasilitasi pelayanan penye-diaan barang dan jasa yang dibutuhkan dalam proses produksi dan memperkokoh kelem-bagaan usaha kelompok dan gabungan usaha kelompok untuk mampu berperan sebagai media dalam meningkatkan kapasitas anggota, sehingga mampu meningkatkan aksesibili-tas kelompok dan anggota terhadap sumber pembiayaan, teknologi, pasar, dan informasi pasar serta mempermudah pembinaan dan fasilitasi yang diberikan pemerintah dan ma-syarakat.
Posting Lama ►
 
free counters
>

Copyright © 2012. Elang Biru - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz