Showing posts with label Konspirasi. Show all posts
Showing posts with label Konspirasi. Show all posts

Thursday, May 23, 2013

Salib Terbalik, What the Hell??

By duwi siswanto | At 6:05:00 AM | Label : , , | 2 Comments

Biasanya kaum kristiani melakukan gerakan salib : Dahi - Dada - Bahu Kanan - Bahu Kiri.

Ada juga yang bilang kalo di katholik kyak gni : Dahi – Dada – Bahu Kiri – Bahu Kanan.

Kalo digambar keduax akan menjadi :

Berbentuk Salib Terbalik.
Bagaimana nih.... benar gak..? Trus apa maknanya..?

coba anda buka link Google di google gambar
trus ketik "SATANIC CROSS"  anda lihat sendiri hasilnya....

nih tak kasih bocoran hasil searching ane di google gambar

image


bintang terbalik menggambarkan Kepala Dewa Kabbala Yahudi = Luciefer.
KEmudian diikuti dengan gambar salib terbaik.
ini kepala kambing Luciefer = Sang Dewa Kabbala Yahudi.

Sebenernya Lucifer adalah yg disembah oleh para anggota gerakan freemason atw iluminati, mereka mengganggap Lucifer adalah malaikat penolong manusia yg sengaja turun kebumi untuk membawa kebebasan, mereka berfikir bahwa agama adalah penjahat yg mempersempit pikiran dan gerak manusia.. untuk lebih jelas nya baca buku "Dajal dan simbol-simbol setan"

Saya tak bermaksud membuat kaum kristiani marah. Tetapi bagaimanapun kebenaran harus disampaikan, meski mereka sendiri merasa gerah atas informasi ini.
kira-2 simbol ini sama gak ya .... ?

titik merah di dalam lingkaran berjumlah lima. Sama dengan jumlah sudut tajam bintang.

Ternyata rosario itu bermakna seperti yang diatas yah,

Pembelaan kaum kristen :
Inverted cross atau salib yg terbalik, adalah lambang Santo Petrus, yg minta disalib terbalik karena merasa tidak layak disalib seperti Yesus.
Lambang ini digunakan oleh Paus sebagai para penerus Petrus sebagai lambang mereka sendiri. Karena itu di setiap kursi yg di peruntukkan utk Paus digambarkan lambang salib terbalik ini.
Selain utk menunjukkan kepada kita bahwa org duduk di sana adalah penerus Petrus yg diberikan kunci surga oleh Tuhan sendiri, lambang tersebut juga mengingatkan para Paus sendiri utk selalu rendah hati, seperti Petrus yg akhirnya menjadi rendah hati dan menjadi pelayan dari para pelayan.

Mari kita perdalam about dajjal.

Dalam ajaran Islam disebutkan, dari Anas bin Malik RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada seorang Nabi pun, kecuali ia telah mengingatkan umatnya dari si Buta Sebelah yang pendusta (Dajjal). Ketahuilah sesungguhnya dia buta sebelah, dan sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah; di antara kedua matanya tertulis ka-fa-ra." (HR. Al-Bukhari No. 7131, Muslim No. 2933, Abu Dawud No. 4316 & 4318, dan At-Tirmidzi No. 2245)

Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya ia (Dajjal) berbadan besar, berkulit merah, berambut keriting, dan buta sebelah seakan-akan biji anggur yang menonjol." (HR. Al-Bukhari No. 3440, dan Muslim dalam dalam kitab Al-Fitan No. 100)

Sedangkan yang kita salah tafsirkan dan benci selama ini, Dajjal adalah si Mata-Satu,

Jika kalian mempercayai Dajjal adalah makhluk bermata-satu dan bersekutu dengan Illuminati, itu artinya tanpa sadar kalian sudah termakan propaganda Anti-Amerika, Anti-Yahudi, termasuk Anti-Freemason. Padahal, Islam dalam banyak Hadits tidak pernah menyebut Dajjal si Mata-Satu, melainkan Dajjal si Buta Sebelah.


Sedangkan dalam ajaran Kristen yang dibiaskan dengan teori konspirasi, Anti-Kristus tidak hanya dilambangkan bermata-satu atau buta sebelah.

Dengan begitu banyaknya lambang yang dijadikan simbol Anti-Kristus, maka para penganut teori konspirasi bisa dengan mudahnya berkreasi. Menghubung-hubungkan ini dengan itu, itu dengan ini. Jika mereka tidak menemukan simbol Mata-Satu, mereka bisa mencari simbol-simbol lain untuk dihubung-hubungkan seperti Pentagram atau Salib Terbalik yang kemudian dikaitkan dengan fakta yang ada. Contohnya Paus dihubungkan dengan Anti-Kristus karena terdapat simbol Salib Terbalik saat mengunjungi Holy Site of Sermon.

Padahal, Salib Terbalik atau Salib Santo Petrus (Bahasa Inggris: Cross of St. Peter atau resminya Petrine Cross) memiliki makna sejarah bahwa Santo Petrus disalib dengan kepala di bawah karena ia merasa tidak pantas untuk disalib seperti Yesus Kristus. Simbol ini melambangkan sikap rendah hati dan rasa tidak pantas untuk dibandingkan dengan Yesus. Kisah seperti ini banyak yang tidak mengetahui, sehingga teori konspirasi menyebut Vatikan dan Paus-nya adalah perwakilan Anti-Kristus atau Dajjal. Inilah bentuk provokasi dan sentimen terhadap agama atau keyakinan tertentu.

Beberapa lambang atau simbol yang dipergunakan sebagai bahasa dan sebagai identitas kelompok atau sekte serta sekaligus dijadikan bahasa dan media komunikasi sesama anggota diantaranya:

1. Pentagram. Pentagram adalah bintang bersegi lima dengan gambar kepala kabing dengan dua tanduk ditengahnya. Gambar kepala kambing tersebut dipasang terbalik dan ada juga yang tidak terbalik.

2. Salib terbalik dan Salib bulat diatasnya. Lambang ini dibuat sebagai penghinaan terhadap agama Kristen, tapi pada hakikatnya para pemuja setan ini menghina seluruh agama. Pemakaian tanda salib sebagai bahasa lambang untuk melakukan penghinaan, semata-mata karena kemunculan kelompok atau sekte para pemuja setan berasal dari negara-negara yang banyak penganut agama kristen, sehingga salib lah yang menjadi sasaran. Sedangkan lambang salib yang bulat diatasnya merupakan penghargaan untuk nazi yang kejam (mereka juga dikenal dengan neo nazi).

3. Sigil of Baphomet. Adalah emblem spesifik dari Church of Satan. Dengan gambar berupa manusia tetapi berkepala seperti kambing dengan dua tanduk dan satu mahkota dan memiliki dua sayap. Lambang ini menggambarkan tradisi ritual magic.

4. Angka 666. Angka 666 ini bisanya dilukiskan dikulit tubuh dengan cara tertentu, baik permanent atau pun tidak (temporer) di tangan, kaki, paha dan sebagainya. Angka 666 ini dalam ajaran kristen dikenal sebagai simbol kelompok anti kristus, pendosa, dan pemuja setan.

5. Gambar Ular yang mengitari bumi dengan ekor dan kepala bertemu melambangkan tekat mereka untuk menguasai bumi dengan aturan dan ajaran mereka.

6. Sebagian mereka juga ada yang memakai lambang para penguasa mesir dulu seperti Piramida dan Spinx, terutama piramida yang ujungnya terpotong dan atau ada terdapat mata yang menyebarkan cahaya yang melambangkan bahwa mereka adalah penyebar cahaya untuk alam semesta.

Sedangkan salam mereka adalah dengan mengangkat dua jari (jari telunjuk dan jari kelingking) dan menggenggam jari-jari lainnya membentuk lingkaran yang bisa diterjemahkan sebagai tanduk setan (?!) dan ada juga yang memakaicara mengangkat tiga jari (ibu jari, jari telunjuk dan jari kelingking).

Sumber :

Fikar

My Qur'an

Friday, May 10, 2013

Strategi Dakwah on the Way

By duwi siswanto | At 7:50:00 AM | Label : , , , | 0 Comments

Judul diatas apa artinya ya,, hahah,, ndak ngerti ah,, yang penting ngetrend aja.

DAKWAH ITU ADALAH PROSES, BUKAN HASIL AKHIRSekarang ini banyak para muslim yang berusaha mengingatkan saudaranya untuk kebaikan, namun justru malah ditentang atau bahkan menjadi dimusuhi. What happen??

Ada orang ceramah, dicibir. Ada orang ngingetin, dicuekin. Malah diajak debat seperti layaknya paham sekuler. Hadee,, pejuang muslim harus berpikir dua kali jikalu mau berdakwah ke jalan kebaikan.

Setelah ane telusur punya telusur, ternyata yang salah adalah metode yang digunakan dan timing untuk dakwahnya. Banyak muslim yang sedikit2 dakwah sedikit2 dakwah. Memang sangat diwajibkan untuk membagi ilmu seperti firman Allah SWT :

Sebarkanlah walau satu ayat

Namun dalam menyebarkan ini, seorang muslim cendikiawan harus tau lingkungan sekitarnya.

Ada baiknya jika kita flashback ke belakang, merujuk pada suksesnya Islam masuk ke tanah Jawa. Apa yang perlu dicontoh?? Yang perlu dicontoh adalah metode Wali dalam menyebarkan dan menegakkan agama Islam di Tanah Jawa. Terutama sekali saya mendukung Wali Songo yang menyebarkan Islam dengan mengikuti akulturasi budaya, sehingga sadar gak sadar orang Jawa mengenal Islam dan masuk Islam tanpa pemaksaan.

Penggunaan gamelan, pementasan wayang dengan ajian pamungkas ajimat Kalimasada (dalam artinya Kalimah Syahadat), membangun masjid yang hampir menyerupai pura hindu seperti masjid Agung Demak, dsb.

So, remaja muslim must keep spirit guys. Jika ingin dakwahnya menusuk eh maksudnya mengena sasaran, ane punya tips dikit nih :

  1. Teliti dulu lingkungan sekitar sebelum dakwah, masuk sebagai anggota lingkungan namun tetep pada koridor Islami. Gak kebayang kan dakwah di Gang Dolly, berdiri di tengah jalan sambil teriak, “laa takrabuz zina”.. hehehe.. bisa2 dianggap orang gila ente.
  2. Jangan menggunakan dalil-dalil pake bhasa Arab melulu, ya kalo dia ngerti not problem, nah kalo ketemu orang awam bejibun?? Jangan dikit2, “Qala ta’ala,, Qa la rasulallah salawallahu alaihi wassalam,,”.. gak akan mudeng gan lawannya. Percum tak bergun.
  3. Ketika ada saudara yang melakukan kesalahan, jangan langsung diceramahi,” itu salah, itu dosa besar, berdasarkan hadist ini inin ini…. prettttz”. Saudara kita malah akan membenci kita sendiri. Rangkul dia, cari tau apa masalahnya, bila mungkin bantu dia menyelesaikan dengan solusi yang baik dan benar menurut Islam..
  4. Pikir ndri aja deh,, udah mentok nih otak,, hehehe.. to be continued aja wes,,

Oke guys,, itu saranku untuk kemajuan umat muslim.

Kalau saran ente gimana kang???

Tuesday, April 30, 2013

E-KTP masih rawan dipalsukan

By duwi siswanto | At 4:11:00 AM | Label : , , , , | 0 Comments

Saya menurunkan tulisan ini setelah saya prihatin melihat adanya beberapa hal yang menurut saya bias dan tidak relevan antara pernyataan para pejabat/lembaga terkait dengan fakta dilapangan sehubungan dengan diterbitkannya e-KTP secara nasional.

Saat ini terjadi semacam ‘pembodohan’ publik, terkait dengan penerbitan e-KTP di Indonesia. Mengapa saya bisa mengambil kesimpulan seperti itu ?
Kita mulai dahulu dengan definisi e-KTP. Apa itu e-KTP ?

e-KTP sesuai dengan informasi dari situs wikipedia adalah electronic-KTP (e-KTP) adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi.
Mari kita cermati definisi diatas. Kata kuncinya ada pada kata kata terakhir, yaitu berfungsi secara komputerisasi.


Artinya apa ?

e-KTP hanya berfungsi bila didukung dengan teknologi dan perangkat komputer.  Berarti, bila tidak didukung oleh perangkat Komputer, maka fungsi ‘electronic’ nya akan hilang atau terabaikan  dan menjadi seperti KTP konvensional biasa.

e-KTP dan KTP konvensional, sama sama berfungsi sebagai Kartu Pengenal (Identitas).  Nah sekarang,  apakah perbedaan antara e-KTP dan Konvensional ?
Saya mencoba merangkum dari berbagai sumber dan perbedaan yang paling sisgnificant adalah :

  1. Pada fisik e-KTP terdapat struktur yang terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dibanding  KTP konvensional.  Ada sebuah  Chip yang ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas. Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan  gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak.
  2. e-KTP mampu menyimpan data secara electronic sehingga data yang telah tersimpan, tidak dapat dimanipulasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.`
    Sekali saya tegaskan bahwa e-KTP tidak dapat berfungsi secara electronic bila tidak dihubungkan dengan ‘electronic devices’  lainnya seperti card reader, software, network, database dlsb.


Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa sebuah e-KTP itu asli atau palsu ?

Tentu cara yang paling efektif adalah dengan menggunakan Card Reader, yang mana Card reader dapat mendeteksi e-KTP tsb secara selectronic apakah asli atau bukan. Card reader tentu saja harus terkoneksi dengan data base, agar dapat diakses data yang terkait dengan e-KTP yang bersangkutan.
Pertanyaannya adalah bisakah kita mengetahui sebuah e-KTP asli atau bukan bila kita tidak menggunakan Card reader ? Dimana kita bisa dapatkan Card Reader atau tempat resmi untuk melakukan verifikasi e-KTP ? Semuanya ini belum disusun sistemnya !

Nah, disinilah letak kelemahan program e-KTP massal ini. Sebab yang sekarang dilakukan oleh pemerintah sekarang hanya memproduksi secara massal e-KTP sebatas fisik Kartunya saja (artinya hanya sebatas berfungsi sebagai kartu pengenal Identitas diri), sedangkan sarana dan prasarana, fasilitas pendukung, kebijakan pemerintah dan sistem penggunaan e-KTP agar dapat berfungsi secara electronic  tidak dibangun secara komprehensif.

Memang harus diakui, dengan eadanya e-KTP, tidak akan ada lagi penduduk Indonesia yang memiliki KTP ganda, tapi bukan berarti e-KTP tidak bisa dipalsu.

Maksudnya begini, fungsi  utama kartu identitas adalah sebagai alat bukti bahwa benar data pemegang KTP tsb sesuai yang tertera pada KTP. Nah, bila kartunya saja sudah dipalsukan, tentu saja data dan foto serta tandatangan sudah dimanipulasi.

Mengapa fisik kartu e-KTP mudah sekali dipalsukan ?

Karena secara fisik,  e-KTP tidak ada bedanya dengan KTP Konvensional, jadi yang tampak adalah kartu plastik biasa. (padahal didalam kartu e-KTP terdapat Chip dan rangkaian electronic namun tidak terlihat). Artinya sama saja dengan KTP Konvensional, dan tentu saja ini bisa dipalsu atau digandakan.

Berikut ini akan saya berikan  ilustrasinya :


1. Kasus pemalsuan Identitas.

Bila anda datang ke Bank, dan akan membuka Rekening, atau menarik  sejumlah dana dari rekening anda, tentu yang pertama diminta petugas bank adalah e-KTP asli anda. Bank berusaha mengamankan seluruh rekening nasabahnya dan hanya mengijinkan pemilik rekening yang berhak menarik dana. Untuk itulah anda harus bisa menunjukkan bukti kepada petugas bank, bahwa anda memang pemilik rekening dan berhak atas penarikan dana dari rekening anda sendiri. Kemudian anda menyerahkan e-KTP anda sebagai bukti identitas diri anda.

Pertanyaannya, bagaimana bank bisa mengetahui e-KTP anda asli atau palsu, bila tidak tersedia card reader dan tidak tersambung dengan Pusat Data ?

Yang bisa dilakukan oleh petugas bank tersebut semata mata hanyalah mencocokkanwajah dan tandatangan anda, apakah sesuai yang tertera di KTP atau tidak. Hanya sebatas itu saja.  Dan Bank hanya memfotocopy KTP anda, lalu menyimpan nya sebagai arsip dan bukti pembukuan bank.

Dalam kasus ini, dimana letak perbedaan e-KTP dan KTP konvensional ? Sama saja bukan?

2. Arsip yang disimpan berupa foto copy

Masih berkaitan dengan butir 1 diatas, setelah anda pergi meninggalkan bank, yang tertinggal dan tersimpan sebagai arsip bukti identitas anda hanyalah selembar fotocopy e-KTP. Sedangkan  dokumen berupa fotocopy, sangat mudah dipalsu dan dimanipulasi.
Seharusnya, e-KTP digunakan sebagai bukti transaksi ketika kartu anda terdeteksi oleh Card Reader. Jadi arsip yang disimpan berupa data dan informasi, bukanlah selembar kertas hasil fotocopy !

Nah, kembali lagi,  itu semua hanya bisa terjadi bila bank telah dilengkapi dengan Card Reader dan terhubung dengan pusat data. Tapi apa yang sekarang  terjadi adalah, jangankan mengurusi Card Reader, sedangkan proses pembuatan kartunya saja masih bermasalah dan  belum juga selesai ?

13480563281852848589

Ada hal yang lebih penting lagi adalah, apakah penggelontoran dana untuk membiayai  proyek e-KTP secara nasional senilai Rp. 5, 8 Triliun tersebut adalah efektip dan sesuai dengan tujuannya ?

Apakah itu hanya buang buang uang saja, sebab  pada kenyataannya, e-KTP tidak bisa difungsikan secara optimal, artinya hanya sebatas sebagai kartu identitas diri saja meskipun fungsi e-KTP  dapat menjamin bahwa masing masing penduduk hanya memiliki satu kartu saja.

Atau itu hanya sekedar ‘bluffing’ agar memberi kesan bahwa negara kita sudah punya sistem administrasi kependudukan yang baik seperti yang dilakukan oleh negara maju lainnya ?

Sementara itu, pihak yang berkepentingan terutama Kemendagri menyatakan bahwa secara bertahap e-KTP akan disempurnakan.

Tapi kapan e-KTP bisa dioptimalkan fungsinya , terutama fungsi data electronic didalamnya ?  Tidak semudah itu, sebab perlu anggaran yang besar , sistem yang baik dan melibatkan banyak pihak terutama berkaitan dengan fungsi elektronik yang dapat mendukung transaksi  keuangan/bisnis dan kebutuhan lainnya.

Menurut saya masalahnya bukan itu, seharusnya proyek e-KTP secara massal (nasional) harus dilaksanakan secara paket dan komprehensif, maksudnya harus pula disediakan anggaran untuk membangun struktur dan infrastruktur sehingga dapat berfungsi secara masimal. Oleh sebab itu, diperlukan biaya dan alokasi anggaran yang sangat besar.

Karena sebab itulah maka tidak semua negara mampu menyelenggarakan proyek e-KTP secara nasional.

Bila  hanya sekedar memproduksi fisik kartu e-KTP  yang berfungsi sebagai kartu identitas diri dan mencegah adanya KTP ganda,  rasa rasanya biaya yang telah dikeluarkan yaitu  Rp. 5,8 Triliun dinilai terlalu besar, artinya tidak sebanding dengan manfaatnya.

bukankah begitu?????

Sumber : Solution

Monday, April 29, 2013

UN Mulai Diendus Adanya Korupsi

By duwi siswanto | At 10:18:00 AM | Label : , , | 0 Comments

TEMPO.CO , Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menaikkan status pengusutan kisruh Ujian Nasional 2013 dari proses telaah ke tahap pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). Komisi pun mulai mencari data dan dokumen terkait dengan proses pelelangan yang membuat UN tertunda di sebelas provinsi.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan dalam tahap pulbaket tersebut, tim Pengaduan Masyarakat akan mengumpulkan bahan dan data dari berbagai pihak, baik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun dari pelapor.

"Pada saat pulbaket ini, kalau nantinya ditemukan ada indikasi tindak pidana korupsi di dalamnya, maka akan disimpulkan naik ke tahap penyelidikan," kata Johan, Ahad, 28 April 2013.

Saat proses penyelidikan, kata Johan, tim penyelidik akan mulai meminta keterangan berbagai pihak yang diduga mengetahui proyek tersebut. Tetapi, Johan tidak dapat memastikan berapa waktu yang dibutuhkan tim Pengaduan Masyarakat untuk menyimpulkan bahwa pengusutan kisruh UN ini dapat ditingkatkan statusnya dari pulbaket ke tahap penyelidikan. "Bisa sebulan, bisa juga sampai satu tahun," kata Johan.

Pada 15 April lalu, pelaksanaan UN Sekolah Menengah Atas dan sederajat tepaksa diundur di sebelas provinsi karena PT Ghalia Indonesia Printing --pemenang pencetakan UN paket tiga dengan anggaran Rp 22,48 miliar-- telat mendistribusikan soal ujian. Menteri Pendidikan M. Nuh pun menyatakan Ghalia masuk "daftar hitam" di Kementerian.

Ghalia mencetak soal untuk sebelas provinsi, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain Ghalia, ada lagi lima perusahaan pencetak soal UN seperti PT Temprina Media Grafika, PT Pura Barutama, PT Jasuindo Tiga Perkasa, PT Belabat Dedikasi Prima, dan PT Karya Wira Utama.

Sehari setelah kisruh, Koalisi Masyarakat untuk Pendidikan di antaranya Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), dan Indonesia Corruption Watch melaporkan ke KPK ihwal dugaan permainan dalam proses tender UN. Koordinator Fitra, Ucok Sky Khadafi, mengatakan Koalisi melaporkan temuan awal ihwal dugaan adanya korupsi proyek pencetakan dan distribusi soal UN tersebut.

Menurut Johan, di samping kisruh UN, KPK juga dalam tahap pulbaket kasus Kurikulum Pendidikan 2013. Alokasi anggaran kurikulum 2013 ini mencapai Rp 2,491 triliun, di antaranya untuk penggandaan buku sebanyak 72,8 juta eksemplar bernilai Rp 1,2 triliun, dan pelatihan 690 guru sebesar Rp 1,09 triliun.

RUSMAN PARAQBUEQ

Sumber : Yahoo

Wednesday, April 17, 2013

Dajjalisme Informasi

By duwi siswanto | At 2:47:00 PM | Label : , , , , , , | 0 Comments

Menutup tulisan ini, mungkin Anda semua  ada yang menganggap saya pecinta "kekerasan" kan? atau saya anggota FPI? Tidak. Seumur-umur saya tak kenal Habib Rizieq, apalagi ikut aksinya. Saya hanya bicara bagaimana efek dramatis siaran sebuah TV dan keadilan menyampaikan kebenaran.

FPI pasti punya salah dan semua kelompok juga punya salah. Hanya saja, media kita sering menutup mata banyak peristiwa, apalagi menyangkut umat Islam. Contoh kecil; adalah Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan berbagai pemikirannya banyak melawan otoritas ulama sedunia dan yang telah disepakati dalam Islam. Mereka hanya kelompok kecil, tidak sampai ratusan. Tetapi oleh media dan TV, semua pikirannya "dipaksakan" agar diterima 200 juta penduduk negeri ini. Adilkah? jelas tidak. Sementara FPI--di luar aksi keras-nya-- ia pasti mewakili harapan mayoritas umat Islam (ada MUI, NU, Muhammadiyah, Al Irysad, Al Wasliyah, Al Khairat, Persis, BKMT, HTI, PKS, Wahdah, ICMI, Hidayatullah dan masih banyak lagi), yang jelas sepakat memberangus kemaksiatan, peredaran minuman keras, pelacuran dll.

Itulah yang sering tak dipahami media. Sehingga banyak orang (khususnya umat Islam), media dan TV lebih memilih minoritas yang tak pernah mewakili ratusan juta umat ini. Jika nilai keadilan ini tak pernah dipahami media, percayalah, satu FPI Anda tutup, kelak bisa saja akan lahir ribuaan FPI di berbagai daerah. Media harus peka sosial di mana ia tinggal. Kita tinggal di negeri dengan penduduk Muslim terbesar, kenapa kepekaan sosial seperti ini sering diabaikan?

Pernah mendengar cerita tentang Dajjal, makhluk besar bermata satu yang muncul menjelang hari kiamat? Makhluk kutukan ini bisa dengan mudah menjadikan manusia berbondong-bondong ingkar kepada Allah. Inilah yang dirasakan masyarakat terhadap berbagai tayangan-tayangan  "menyesatkan" media dan TV kita saat ini.

Lantas apa yang harus kita lakukan, sebagai bagian dari umat ini? Memang tidak mudah. Jika 'dajjalisme informasi' ini terus melahirkan standar moral rendahan dan ketidak-adilan, lambat-laun, aksinya akan mengurung dan mengerdilkan entitas ruh dan imajinasi umat Islam. Bukan tak mungkin, seperti tugas Dajjal, di mana tujuan utamanya adalah "memurtadkan" umat Islam dari ajaran agamanya.  Sebelum kita memiliki pilihan yang layak, sebaiknya, "Singkirkan 'kotak setan' itu dari rumah kita sekarang juga!".

Sumber : Hidayatullah

Irasional Khayali

By duwi siswanto | At 2:41:00 PM | Label : , , , , , | 0 Comments


Dari sekian banyak media massa yang dinyawai oleh kapitalisme, TV adalah satu-satunya yang dianggap oleh berbagai ahli sebagai "setan" paling biadab. Apa yang disuguhkan media massa dalam bentuk lain terakumulasi pada televisi. Ia menyuguhkan bacaan, gambar dan suara sekaligus sehingga bukan hanya mampu mengisi dan mewarnai imajinasi, tapi juga menyihir dan mengendalikan seluruh fungsi-fungsi kejiwaan lainnya.


Jean Baudrillard, seorang filosof Prancis, mengungkap sebuah hakikat tentang televisi. Menurutnya, seperti dikutip Yasraf Amir Piliang (dalam bukunya Sebuah Dunia yang Dilipat, Mizan), rangkaian tontonan yang disuguhkan oleh "kapitalis mutakhir" (bernama televisi), telah menyulap (membius) individu-individu menjadi kumpulan mayoritas yang diam (terhipnotis) . Bagaikan sebuah kekuatan sihir yang sangat dahsyat, media menjadikan massa yang diam itu layaknya sebuah layar raksasa yang pasrah dijejali dan dilalui oleh segala sesuatu yang naif. 


Televisi, membius ratusan juta orang dari yang paling bodoh sampai profesor, dari penjahat sampai guru agama, dari balita sampai tua renta, untuk sebuah tontonan sepak bola dini hari. Namun, adakah makna hakiki dan luhur yang berbekas seusai tontonan itu? Di dalam tontonan sepak bola bukan makna (ideologis, moralitas dan spiritualitas luhur) yang dicari para penggilanya, melainkan semacam ekstasi (kepuasan puncak yang sangat sesaat) dari kedangkalan ritual dalam upacara menonton televisi itu sendiri.


Tontonan sejenis, reality show (pertunjukkan nyata) seperti Akademi Fantasi, Indonesian Idol, Kontes Dangdut, Dreamband dan masih banyak lagi, bagi saya adalah "kejahatan spiritual",  yang menggiring masyarakat hanya memburu mimpi dan budaya konsumtif. 


Di hadapan massa yang mabuk seperti itu, pesan-pesan TV yang rendah (serakah, dengki, licik, dusta) merasuki alam bawah sadar mereka dan mengakar kokoh di simpul-simpul kejiwaannya. Apalagi jika para produser, wartawan dan pembawa beritanya punya interest idiologis dan kebencian dengan kelompok lain. Klop!.


Walhasil, televisi yang jadi cermin masyarakat, tapi masyarakat yang jadi cermin televisi. Apapun yang "dilakukan" televisi pasti diikuti masyarakat. Ini karena televisi telah menciptakan ketidaksadaran massal. Meski,  di situ ada indoktrinasi yang sadis dan nilai-nilai sesat.


Leonard Irwin, dosen psikologi dari Universitas Illionis, AS, bersama timnya mengadakan penelitian mengenai hal ini. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang pada usia delapan tahun telah menyaksikan tayangan negatif, ketika dewasa akan cenderung melakukan perbuatan jahat dan tidak punya belas kasihan.


Sunday Times pernah menulis, "Meskipun AS memiliki 440 ribu polisi federal, setiap jam terjadi dua kali pembunuhan, 194 kali perampokan bersenjata, 10 kali pemerkosaan terhadap wanita dan anak-anak, dan 600 kali pencurian di rumah-rumah. "


Bodohnya, televisi di negeri kita telah menjadi teman setia dalam keluarga. Seolah hidup kurang lengkap tanpa kehadiran televisi . 

Sumber : Hidayatullah

Posting Lama ►
 
free counters
>

Copyright © 2012. Elang Biru - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz